Tiket Masuk Museum Angkut Batu Malang

Perkembangan gaya hidup manusia yang di abadikan dari sarana transportasi itulah yang coba dihadirkan di museum ini. Pendirian Museum Angkut Batu sendiri merupakan gagasan yang unik, kreatif dan inovatif. Tidak semua orang memiliki pemikiran ke arah sana, dan kalaupun memikirkannya cenderung terkotaki oleh sebuah gambaran tentang keberadaan museum sebagai mana yang ada selama ini, yaitu sebuah bangunan yang menyimpan benda – benda berharga namun kurang begitu dihargai oleh masyarakat karena hanya didatangi oleh sekelompok kecil masyarakat. Image museum yang tidak laku dijual tersebut ditepis jauh-jauh oleh Museum Angkut. Sejak pertama kali dibuka untuk umum hingga kini, museum ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Padahal, harga tiket masuk ke Museum Angkut lebih dari sepuluh kali lipat mahalnya dibandingkan tiket di museum-museum pada umumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa segala sesuatu yang digarap dengan maksimal dan dikelola secara profesional, akan memberikan nilai lebih di mata masyarakat.

Nilai lebih itulah yang membuat Museum Angkut Batu tidak saja mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi pihak pengelola tapi juga mengangkat dunia pariwisata di Kota Batu bahkan dunia pariwisata di Jawa Timur, karena pengunjung museum yang umurnya belum genap 4 tahun ini datang dari seluruh penjuru tanah air, bahkan dari manca negara. Menempati lahan seluas sekitar 3,8 hektar, Museum Angkut diresmikan dan dibuka untuk umum pada 9 Maret 2014, serta tercatat sebagai museum transportasi pertama dan terbesar se-Asia. Museum ini didirikan dengan tujuan untuk memberikan apresiasi terhadap para pencipta berbagai jenis transportasi yang ada di dunia sekaligus mengabadikan proses perkembangan sarana transportasi di Indonesia dan juga di dunia.

Museum yang menjadi bagian dari Jatim Park Group ini memiliki jumlah koleksi sebanyak 525 alat transportasi yang terdiri atas 300 mobil dari berbagai merek dan dari berbagai belahan dunia serta 225 alat transportasi lain, mulai dari alat transportasi tradisional sampai dengan yang modern. Museum yang memiliki 9 zona plus 2 zona tambahan ini berbeda dari museum-museum yang ada sebelumnya, karena Museum Angkut Batu tidak hanya sekedar memajang koleksi transportasi saja sebagai sarana edukasi dan sumber informasi, tapi juga mempertimbangkan sisi dekoratif, artistik dan rekreatif sehingga pengunjung memperoleh banyak manfaat, yakni tambahan pengetahuan serta hiburan. Itulah sebabnya, selain memajang berbagai alat transportasi untuk dipamerkan, pihak pengelola juga menghadirkan sejumlah pertunjukan yang rutin digelar, ada yang ditampilkan setiap hari, ada yang seminggu sekali, ada juga yang hanya ditampilkan pada momen – momen tertentu.

Beberapa jenis pertunjukan yang secara rutin ditampilkan di Museum Angkut diantaranya adalah Welcome to Gangster Town setiap jam 14.00 – 14.30, Super Hero Custome pada jam 15.00 – 15.30, Three Elements Show setiap pukul 19.45. Museum Angkut and Movie Star Studio Parade yang digelar setiap weekend danb highseason pada pukul 17.00 serta pertunjukan-pertunjukan yang lain. Sajian berbeda baik dari sisi benda yang dipamerkan maupun dari sisi pengelolaan itulah yang membuat Museum Angkut Batu memiliki daya tarik tersendiri. Tidak heran jika setiap harinya museum ini dibanjiri pengunjung tidak kurang dari 1.000 orang dan pada hari-hari libur bisa mencapai 4.000 – 5.000 pengunjung perhari. Sesampai di JL. Pattimura, tepatnya di perempatan Lippo Plaza, belokkan kendaraan ke arah kiri menuju JL. Sultan Agung. Di sana nanti akan Anda temui papan petunjuk arah menuju ke Museum Angkut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *