Beberapa Fakta Menarik Tentang Kehidupan Muh Aswar

Pada saat Muh Aswar menyambangi ayahnya Salamuddin suasana haru pun pecah. Tergambar diraut wajah pria berusia 55 tahun itu rasa bangga dan sekaligus bahagia, pada saat anak bungsunya itu mendatanginya dengan mengenakan seragam Polri. Pertemuan yang kedua itu terjadi di pinggir jalan Kota Pangkep Senin 19 November 2018 pulul 14.30 Wita ditempat sang ayah biasa mangkal sebagai tukang bentor atau becak motor. Aswar tidak merasa malu sedikitpun dan sambil meneteskan air mata, dirinya berlutut dan mencium kaki sang ayah yang sedang duduk diatas bentornya. Aswar yang pada saat itu masih lengkap menggunakan seragam pendidikan langsung mengampiri sang Ayah yang sedang menunggu penumpang diatas bentornya. Aswar langsung menyimpan tas ranselnya pada saat mendapati ayahnya dan langsung menciumi kaki ayahnya.

Setelah foto Aswar bersama sang ayah Viral di media sosial, sikap yang telah dilakukannya itu pun banjir dengan pujian. Tetapi siapa sangka untuk meraih mimpinya itu Aswar harus menempuh perjalanan yang penuh liku.

Berikut beberapa fakta menarik tentang kehidupan Muh Aswar diantaranya yaitu :

  • Muh Aswar lahir di Dusun Baru Baru Towa RT 006/RW 002, kelurahan atau Desa Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Oktober 1998. Dirinya merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara yang terlahir dari pasangan ayahanda Slamuddin dan ibundanya Mantasia.
  • Ayahanda Aswar sejak tahun 1980 sudah mengayuh becak dikota Makassar, lalu pada tahun 1991 pindah ke Pangkep dan hingga sekarang ini berprofesi sebagai tukang bentor. Sang ayah merasa sangat terkejut pasalnya Slamuddin tidak mengetahui jika anaknya mendaftar ke kepolisian dan ini untuk yang pertama kalinya mendaftar. Aswar mendaftar tanpa sepengetahuan ayahnya dan sempat menganggur untuk yang kedua kalinya pada saat mendaftar ke Angakatan Laut dan gugur. Pada saat itu Aswar menganggur sekitar 3 hingga 4 bulanan dan untuk membantu perekonomian keluarganya dirinya sempat menjadi buruh bangunan. Aswar pun tidak patah semangat karena mendaftar kembali untuk yang ketiga kalinya di Angkatan Darat dan dinyatakan tidak lulus. Tetapi tidak hanya disitu saja karena Aswar pun kembali mendaftar di kepolisian untuk yang keempat dan kelima kalinya dan dinyatakan tidak lulus lagi.
  • Meski Aswar terus terusan gagal tetapi dirinya tetap tegar, sabar, dan juga ikhlas didalam menjalani ujian hidup dari sang Maha Kuasa. Hingga yang terakhir ditahun 2018 Aswar kembali mendaftar untuk yang keenam kalinya di Angkatan Laut dan lagi lagi dinyatakan tidak lulus. Dan akhirnya Aswar dinyatakan lulus murni menjadi siswa Diktuk SPN Polda Sulsel setelah mendaftar untuk yang ketujuh kalinya di kepolisian Batua Polda Sulsel.
  • Aswar mengakui apa yang telah diraihnya sekarang ini adalah berkat kegigihannya didalam belajar, usaha, dan pastinya berkat doa restu orang tuanya. Orangtuanya bahkan tidak menyangka karena pada awalnya anak ini hanya bilang akan ke Makassar untuk mencari pekerjaan dan ternyata sudah lulus menjadi seorang polisi. Pada saat anaknya dinyatakan lulus, maka Salamuddin berniat untuk puasa satu bulan dan itu sudah dilakukannya.

Itulah berita terkini sulawesi selatan. Atas kesederhanaan yang dimiliki polisi baru asal Kabupaten Pangkep itu maka sejumlah anggota Polres Pangkep memberi pujian. Ipda Syarifuddin selaku Kanit Turjawali Polres Pangkep mengatakan jika anak seorang tukang bentor yang sederhana sebentar lagi akan dilantik menjadi bayhangkara muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *